Jenis Perusahaan dan Bentuk Organisasinya

  • Tuesday, 06 February 2018
  • Default Admin

Desain buat Blog7

Perusahaan adalah sebuah organisasi yang beroperasi dengan tujuan menghasilkan keuntungan, dengan cara menjual produk (barang dan atau jasa) kepada para pelanggannya. Tujuan operasional dari sebagian besar perusahaan adalah untuk memaksimalisasi profit. Di samping itu, ada juga jenis perusahaan yang memang dalam kegiatan usahanya lebih diprioritaskan pada pelayanan secara maksimal kepada masyarakat; jenis organisasi ini dinamakan organisasi nir-laba (non profit). Contoh organisasi nir-laba adalah yayasan (rumah sakit, sekolah, perguruan tinggi) dan badan atau instansi pemerintah.

Ditinjau dari jenis usahanya (produk yang dijual), perusahaan dibedakan menjadi :

  • Perusahaan Manufaktur (Manufacturing Business)
    • Perusahaan jenis ini terlebih dahulu mengubah (merakit) input atau bahan mentah (raw material) menjadi output atau barang jadi (finished goods / final goods), baru kemudian dijual kepada para pelanggan (distributor).
    • Contoh perusahaan manufaktur, diantaranya adalah : perusahaan perakit mobil, komputer, perusahaan pembuat (pabrik) obat. tas, sepatu, pabrik penghasil keramik, dan sebagainya.
  • Perusahaan Dagang (Merchandising Business)
    • Perusahaan jenis ini menjual produk (barang jadi), akan tetapi perusahaan tidak membuat/menghasilkan sendiri produk yang akan dijualnya melainkan memperolehnya dari perusahaan lain.
    • Contoh perusahaan dagang diantaranya adalah : Indomaret, Alfa-Mart, Carrefour, Gramedia, dan sebagainya.
  • Perusahaan Jasa (Service Business)
    • Perusahaan jenis ini tidak menjual barang tetapi menjual jasa kepada pelanggan.
    • Contoh perusahaan jasa, diantaranya adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan transportasi (jasa angkut), pelayanan kesehatan (rumah sakit), jasa konsultan, telekomunikasi, dan sebagainya.

 

Ditinjau dari karakteristik bentuk organisasinya, perusahaan dapat dibedakan menjadi :

  • Perusahaan Perorangan (Proprietorship)
    • Perusahaan perorangan merupakan bentuk perusahaan yang paling sederhana. Perusahaan ini dimiliki oleh satu orang, sehingga apabila perusahaan memperoleh keuntungan akan dinikmati sendiri dan seluruh kerugian akan ditanggung sendiri oleh si pemilik tunggal. Pemilik perusahaan bertanggung jawab secara pribadi atas seluruh kewajiban maupun tuntutan hukum yang ditujukan kepada perusahaan, dengan kata lain apabila perusahaan bangkrut maka para kreditur berhak untuk menyita kekayaan (assets) pribadi si pemilik tunggal perusahaan. Dalam melakukan pengambilan keputusan bisnis, seluruhnya berada di dalam kendali satu orang.
    • Kelemahan dari bentuk perusahaan perorangan ini adalah bahwa sumber dana / keuangan yang tersedia bagi perusahaan hanya sebatas pada jumlah modal yang dimiliki oleh satu orang.
    • Untuk tujuan pajak penghasilan, dalam perusahaan perorangan berlaku ketentuan non-taxable entity, yang artinya bahwa penghasilan yang diperoleh perusahaan akan dikenakan pajak hanya pada level individu, bukan pada entitas/perusahaan. Hal ini berarti bahwa tidak akan ada pajak atas badan (entitas), melainkan pajak atas nama pribadi.
  • Perusahaan Persekutuan (Partnership)
    • Perusahaan ini dimiliki oleh dua orang atau lebih, yang dibentuk atas dasar kepercayaan. Dalam partnership, keahlian yang dimiliki oleh salah seorang anggota sekutu dapat dikombinasikan dengan sumber daya (modal) yang dimiliki oleh anggota sekutu lainnya. Sebagai contoh misalnya Tn.X memiliki keahlian dalam reparasi mesin bubut, tetapi tidak memiliki modal untuk membuka bengkel, kemudian bergabung dengan Tn.Y sebagai pemilik modal, membentuk sebuah firma (perusahaan persekutuan). Net income maupun net loss yang timbul akan didistribusikan diantara para sekutu (partner) menurut kesepakatan bersama.
    • Masing-masing anggota sekutu memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas (unlimited liability) kepada kreditur atas seluruh utang/kewajiban yang ditimbulkan oleh perusahaan. Jadi, apabila perusahaan tidak dapat membayar utang kepada kreditur, maka masing-masing anggota sekutu yang terlibat dalam perusahaan harus merelakan kekayaan pribadinya demi mencukupi pembayaran utang perusahaan. Karakteristik lainnya dari perusahaan persekutuan adalah mutual agency, yang artinya bahwa setiap anggota sekutu adalah wakil atau perantara perusahaan, dimana tindakan dari masing-masing sekutu ini akan mengikat perusahaan secara keseluruhan dan menjadi kewajiban bagi seluruh anggota sekutu. Aset yang diinvestasikan atau di setor ke dalam perusahaan oleh masing-masing anggota sekutu akan menjadi milik bersama (joint assets) bagi seluruh anggota sekutu yang ada. Nantinya, ketika firma dibubarkan, klaim dari masing-masing anggota sekutu terhadap kekayaan perusahaan akan diukur berdasarkan pada jumlah saldo modal masing-masing.
    • Partnership sama halnya dengan proprietorship, yaitu sebuah non-taxable entity dimana perusahaan/entitas tidak dikenakan pajak. Pajak hanya akan dikenakan pada level individu, yaitu pada masing-masing anggota sekutu yang menerima bagian atas laba perusahaan. Partnership memiliki umur yang terbatas (limited life), artinya bahwa perusahaan dapat dibubarkan apabila ada seorang anggota sekutu yang mengundurkan diri; dan lalu jika kegiatan bisnisnya masih ingin dilanjutkan, maka partnership yang baru dapat dibentuk kembali dengan membuat perjanjian/kesepakatan firma yang baru (kesepakatan mengenai perbandingan jumlah modal yang baru, rasio pembagian laba/rugi yang baru, dan sebagainya).
  • Perusahaan Perseroan (Corporation)
    • Kepemilikan persero terbagi ke dalam lembar saham. Modal perusahaan diperoleh dari hasil penjualan saham kepada para pemegang saham (stockholders), yang dinamakan sebagai modal saham (capital stock) atau modal disetor (paid-in capital). Keunggulan utama dari bentuk persero adalah dalam hal potensi atau kemampuan perusahaan untuk meningkatkan/mendapatkan sejumlah besar dana atau sumber daya ekonomi dengan cara menerbitkan dan menjual saham. Dalam persero berlaku ketentuan limited liability, artinya bahwa kewajiban pemegang saham kepada kreditur perusahaan hanya sebatas pada besarnya investasi atau jumlah saham yang dibeli (dimiliki).
    • Persero yang sahamnya diperdagangkan secara luas kepada publik di bursa efek (pasar modal) dinamakan public corporation, sedangkan persero yang sahamnya tidak diperdagangkan kepada publik melainkan hanya kepada sekelompok kecil investor dinamakan nonpublic (private) corporation. Persero memiliki umur yang tidak terbatas (sesuai dengan asumsi kesinambungan usaha/going concern), artinya bahwa persero tidak akan berhenti beroperasi (dibubarkan) dengan adanya pengunduran diri dari salah seorang investor yang melepas kepemilikan sahamnya dari perseroan.
    • Persero tidak seperti halnya proprietorship dan partnership, yaitu sebuah taxable entity dimana pajak dikenakan baik pada tingkat individu (pajak atas deviden yang diterima investor) maupun juga atas penghasilan (laba) perusahaan.
    • Kelemahan bentuk persero ini dalam kaitannya dengan pajak adalah cenderung mengarah pada timbulnya pajak berganda (double tax), yang dimana laba perusahaan yang telah dikenakan pajak akan dipajakkan kembali pada waktu sebagian dari laba ini didistribusikan kepada para investor dalam bentuk deviden tunai. Jika kita perhatikan, deviden yang dikenakan pajak adalah berasal dari laba perusahaan yang telah dikenakan pajak terlebih dahulu, sebelum pada akhirnya sebagian dari laba tersebut didistribusika kepada para pemegang saham. Dalam persero, ketentuan pajak berganda ini timbul mengingat terdapatnya dua pihak yag saling terpisah satu sama lain yang dianggap turut menikmati laba, yaitu perusahaan selaku badan hukum dan para investornya selaku individu.

Referensi :
Hery, S.E., M.Si.2017.Akuntansi Dasar 1 dan 2.Penerbit:PT Grasindo, Jakarta

Baca Juga :

http://vpoint.id/

 

Klik Gambar Berikut untuk Download Kalender 2019 Free

2019 01 26 16 39 18

Lihat Juga


Pengertian Aktiva Tetap dan Jenis-Jenisnya

Pengertian dan Cara Menghitung DPP (Dasar Pengenaan Pajak)

Pengertian dan Cara Menghitung DPP (Dasar Pengenaan Pajak)

Perbedaan Mobile Web dan Mobile Application

Apa itu BMC (Business Model Canvas)?

 

Produk Kami


VPoint Retail System Standard

standard3

VPoint Retail System Professional

professional2

VPoint Retail System Enterprise

enterprise2

VPOS (Point Of Sales)

 vpos2

VPoint Mobile

mobile phone android apps phone 163066

Web Reporting

 webr2

 

Panduan Instalasi


Cara Menginstal Bartender 7.1

Cara Menginstal Ms. Access 2003

Cara Menginstal Microsoft SQL Server 2008

Cara Menginstal Seagate Crystal Report

Cara Menginstal VPoint Retail System

Cara Menginstal VPOS Resto

Cara Menginstal VPOS

Cara Menginstal Windows Server 2008

Cara Menginstal Windows XP

Cara Menginstal Windows 7 

 

Video Tutorial


Master - Master Barang

Pembelian - Puchase Order

Penjualan - Sales Order

Internal - Stock Barang Masuk

Kas/Bank - Kas/Bank Masuk

Kas/Bank - Kas/Bank Keluar

Accounting - Asset / Aktiva Tetap

Laporan Accounting - Laporan Aging Hutang

Laporan General Ledger - Laporan Neraca

 

Video Instalasi


Cara Instalasi Windows 7

Cara Instalasi VPOS Resto di Windows 7

Cara Instalasi VPOS 2013 di Windows 7

Cara Instalasi VPoint Retail System di Windows 7

Cara Instalasi Crystal Report di Windows 7

Cara Instalasi Windows Server 2008 di Windows 7

Cara Instalasi Office 2003 di Windows 7

Cara Instalasi SQL Server 2008 R2 di Windows 7

Klien Kami