Pelaporan Arus Kas

  • Thursday, 21 March 2019
  • Default Admin

blog Penggunaan Neraca Lajur

Keunggulan Laporan Arus Kas

     Fokus utama dari pelaporan keuangan adalah laba, dan informasi mengenai laba merupakan indikator yang baik untuk menentukan atau menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas di masa yang akan dating. Laporan arus kas dibutuhkan karena:

  1. Kadangkala ukuran laba tidak menggambarkan kondisi perusahaan yang sesungguhnya.
  2. Seluruh informasi mengenai kinerja perusahaan selama periode tertentu dapat diperoleh lewat laporan ini.
  3. Dapat digunakan sebagai alat untuk memprediksi arus kas perusahaan di masa mendatang.

    Dalam beberapa kasus, ukuran laba (net income) tidak memberikan gambaran yang akurat mengenai hasil kinerja perusahaan yang sesungguhnya selama periode tertentu. Ketika perusahaan melaporkan beban non kas (non cash outlay expenses) yang besar, seperti beban penyisihan piutang ragu-ragu dan penyusutan aktiva tetap, ukuran laba mungkin akan memberikan gambaran yang suram mengenai hasil kondisi operasional perusahaan. Beban non kas yang besar ini akan membuat laba bersih seolah-olah menjadi tampak kecil, padahal beban-beban tersebut diakui tanpa adanya pengeluaran uang kas. Sebaliknya, perusahaan dengan tingkat pertumbuhan laba yang tinggi, laba bersih yang dihasilkan tidak menjamin bahwa perusahaan tersebut memiliki uang kas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kas jangka pendeknya. Hal ini dikarenakan bahwa laporan laba rugi disusun atas dasar akrual (bukan dasar kas), yaitu melalui sebuah proses penandingan antara beban dengan pendapatan, sehingga angka laba yang dihasilkan tidak identic dengan besarnya uang kas yang tersedia.

Pelaporan Arus Kas

     Laporan arus kas melaporkan arus kas masuk maupun arus kas keluar perusahaan selama periode. Laporan arus kas ini akan memberikan informasi yang berguna mengenai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dari aktivitas operasi, melakukan investasi, melunasi kewajiban, dan membayar deviden. Laporan arus kas digunakan oleh manajemen untuk mengevaluasi kegiatan operasional yang telah berlangsung, dan merencanakan aktivitas investasi dan pembiayaan di masa yang akan datang. Laporan arus kas juga digunakan oleh kreditur dan investor dalam menilai tingkat likuiditas maupun potensi perusahaan dalam menghasilkan laba (keuntungan). Dalam laporan arus kas, penerimaan dan pembayaran kas diklasifikasikan menurut tiga kategori utama, yaitu aktivitas operasi, investasi, dan pembiayaan.

  Aktivitas operasi meliputi transaksi-transaksi yang tergolong sebagai penentu besarnya laba/rugi bersih. Penerimaan kas dari penjualan barang atau pemberian jasa merupakan sumber arus kas masuk yang utama. Penerimaan kas lainnya berasal dari pendapatan bunga, deviden, dan sebagainya. Sedangkan arus kas keluar meliputi pembayaran untuk membeli barang dagangan, membayar gaji/upah, beban pajak, bunga, beban utilitas, sewa, dan sebagainya. Perlu diperhatikan di sini, kas yang diterima dari pendapatan bunga yang merupakan komponen penentu laba bersih menggambarkan (identik dengan) aktivitas operasi perusahaan. Pendapatan bunga dan deviden dilaporkan dalam laporan laba rugi sebagai pendapatan lain-lain yang akan mempengaruhi besarnya laba/rugi bersih, sehingga kas yang diterima dari pendapatan bunga dan deviden akan dilaporkan dalam laporan arus kas dari aktivitas operasi, bukan aktivitas investasi.

  Yang termasuk sebagai aktivitas investasi adalah membeli atau menjual tanah, bangunan, dan peralatan. Sedangkan aktivitas pembiayaan meliputi transaksi-transaksi yang dimana kas diperoleh atau dibayarkan kembali ke pemilik dana (investor) dan kreditur. Sebagai contoh, kas bersih yang diterima dari penerbitan saham (sekuritas modal) atau obligasi (sekuritas utang), pembayaran untuk membeli kembali saham biasa (sebagai treasury stock), atau untuk menebus kembali utang obligasi, dan pembayaran deviden tunai. Jadi, yang termasuk ke dalam aktivitas pembiayaan adalah meliputi transaksi-transaksi yang berkaitan dengan utang jangka Panjang maupun ekuitas (modal) perusahaan. Pembayaran utang lancar tidak tergolong sebagai aktivitas pembiayaan, melainkan aktivitas operasi.

   Beberapa aktivitas investasi dan pembayaan tidak mempengaruhi arus kas perusahaan (non cash investing and financing activities). Sebagai contoh dari aktivitas investasi dan pembiayaan yang tidak mempengaruhi arus kas adalah penerbitan saham biasa atau surat utang dalam rangka pembelian aktiva tetap, konversi obligasi menjadi saham biasa, pertukaran aktiva tetap, dan penerbitan saham biasa untuk ditukar dengan saham preferen konvertibel.

 

Referensi :

Hery, S.E., M.Si.2017.Akuntansi Dasar 1 dan 2.Penerbit:PT Grasindo, Jakarta


Kunjungi Website :

http://vpoint.id/

 

 

 

Klik Gambar Berikut untuk Download Kalender 2019 Free

2019 01 26 16 39 18

Lihat Juga


Pengertian Aktiva Tetap dan Jenis-Jenisnya

Pengertian dan Cara Menghitung DPP (Dasar Pengenaan Pajak)

Pengertian dan Cara Menghitung DPP (Dasar Pengenaan Pajak)

Macam-macam Bentuk Neraca Akuntansi

Apa itu BMC (Business Model Canvas)?

Jenis Perusahaan dan Bentuk Organisasinya

Para Pengguna Informasi Akuntansi

Macam-macam Bentuk Neraca Akuntansi

Bidang Pekerjaan Akuntansi

Persamaan Dasar Akuntansi

 

 

 

 

 

 

Klien Kami